Home / Kesehatan / Di Bulan Ramadan, Hindari Hubungan Suami Istri Siang Hari, Jika Tak Ingin…
ramadan
copyright@dream.co

Di Bulan Ramadan, Hindari Hubungan Suami Istri Siang Hari, Jika Tak Ingin…

Besarnya Denda Jika Berhubungan Suami Istri Pada Ramadan Siang Hari

Dotekno.com– Salah satu hal yang membatalkan puasa Ramadan adalah melakukan hubungan suami istri pada siang hari. Selain puasanya batal, rupanya jima bisa menjadi dosa besar. Oleh karena itu sebagian ulama berpendapat bahwa melakukan jima pada siang Ramadan merupakan perbuatan yang membatalkan puasa dengan sengaja dan wajib membayar denda.

Dikutip dari tribunnews, Mereka yang melakukan hubungan suami istri pada siang hari di bulan puasa wajib membayar kafarat atau denda dan juga mengganti puasanya di lain hari. Denda yang wajib dibayarkan adalah membebaskan budak, puasa 2 bulan tanpa boleh putus, atau memberi makan 60 fakir miskin.

Hal ini sesuai hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Abi Hurairah Ra “seseorang mendatangi Rasulullah SAW dan berkata, “Celaka aku ya Rasulullah”. “Apa yang membuatmu celaka?“ “Aku berhubungan se*su4l dengan isteriku di bulan Ramadhan.” Nabi bertanya, ”Apakah kamu punya uang untuk membebaskan budak?“ “Aku tidak punya.” “Apakah kamu sanggup puasa 2 bulan berturut-turut?” ”Tidak.” “Apakah kamu bisa memberi makan 60 orang fakir miskin?“ ”Tidak.” Kemudian duduk. Lalu dibawakan kepada Nabi sekeranjang kurma maka Nabi berkata, ”Ambilah kurma ini untuk kamu sedekahkan.” Orang itu menjawab lagi, ”Adakah orang yang lebih miskin dariku? Tidak lagi orang yang lebih membutuhkan di barat atau timur kecuali aku.” Maka Nabi SAW tertawa hingga terlihat giginya lalu bersabda, ”Bawalah kurma ini dan beri makan keluargamu.” (HR Bukhari: 1936, Muslim: 1111, Abu Daud 2390, Tirmizy 724, An-Nasai 3115 dan Ibnu Majah 1671).

ramadan
copyright@IG

Namun ada pula ketentuan yang tidak mengakibatkan denda jika melakukan hubungan suami istri pada siang bulan Ramadan. Yaitu ketika suami istri tidak sedang berpuasa. Misalnya saat suami istri sedang sakit. Sehingga mereka tidak wajib berpuasa dan tidak dikenakan denda kafarat.

Dalam hal ini hubungan suami istri yang dimaksud jika telah sampai pada tingkat ghiyabul hasyafah fi farjil mar’ah. Yang artinya jika kem4lu4n suami masuk pada kem4lu4an isterinya. Jika hanya keluar air m4ni maka hukumnya hanya membatalkan puasa. Mereka tidak dikenakan kafarat.

Ketentuan ini sebenarnya sudah lebih ringan dibandingkan aturan pada awal adanya hukum Islam. Karena Allah Maha Mengetahui kebutuhan hambaNya maka umat Islam diperbolehkan melakukan hubungan suami istri pada waktu tertentu di bulan Ramadan. Misalnya pada malam hari.

Hal ini sesuai dengan isi Qs Al Baqarah 187. “kemudian sempurnakanlan puasa itu sampai datang malam.” “dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri- isterimu; mereka adalah pakaian bagimu dan kamupun adalah pakaian bagi mereka

baca juga:

Berita Terkini: Mengapa Makan Sahur Terbaik Jelang Waktu Imsak?

About chandra

hay, saya chandrakirana. penulis Dotekno.com yang ingin berbagi seputar informasi. semoga tulisan-tulisan saya bermanfaat !!!

Check Also

BPJS-Kesehatan

Berita Terkini: BPJS Kesehatan Gandeng Pemda Biayai PBI JKN KIS!

BPJS Kesehatan  Libatkan Pemda Biayai PBI Lewat Pajak ! Dotekno.com– BPJS Kesehatan (Badan Penyelenggara Jaminan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *